Tuesday, January 10, 1989

Soneta Mata

Mata itu,
adalah riak telaga yang tenang
penuh sejuta pesona

Mata itu,
adalah kejora terang berpijar benderang
berpendar kemilau

Mata itu,
adalah untaian soneta pujangga
bersyair berkata

Mata itu,
adalah impianku yang berjuta
tentang cinta

Mata itu,
menjeratku untuk jatuh cinta
padanya...


(Juli 1988 - Juli 1989)


Solitude (3)


Terbungkus malam
Ditingkah gemercik banyu
disela angin berpeluk daun
tersaput sinar sejuta kejora
selimut dingin menusuk telulang

Aku merasa tersesat
di antara berjuta simpang

Kesunyian ini mengigit jiwa
buatku merasa asing cuma
begitu asing
hingga tak ada tegur sapa
antara aku,
dan jiwaku


(1989)

Saturday, January 7, 1989

Perempuan Itu


Aku coba menatap dalam di matanya
Mencoba menyelami danau di hatinya

Mata itu bercerita
Tentang pencarian dan kegelisahan
Hati itu tergolek
Seperti lembar cerita kegetiran

Satu demi satu
Seluruh cerita terangkai utuh
Tiba-tiba aku merasa telah mengenalnya
Lama sebelum cerita itu bermula

Perempuan itu...
Betapa ingin aku mendekapnya


(Jan 1989)