Tuesday, April 30, 1991

Suatu Ketika Aku Pernah Melukismu

suatu ketika aku pernah melukismu,

jauh.. di batas kesadaranku.
ketika nyata kugoreskan
sebuah sketsa..
wajahmu yang bersahaja
mempesona

lalu aku tenggelam menikmati keindahanmu
di tiap detil wajahmu yang sempurna
tenggelam dalam kubangan rasa tentangmu
dan berpusar menjadi mimpi
tentangmu..
tentangmu..
melulu tentangmu!

menggenangi seluruh kesadaranku
kau begitu menjeratku
kau nyata lukisan pesona
membuatku jatuh cinta..


(30 April 1991)



Tuesday, April 23, 1991

Menyatu Kita, Menyatu Jiwa


antara kau dan aku
tak ada lagi sisa-sisa kisah masa lalu
semua lebur ketika hari ini
terpatri dalam kisah baru

warna kita memang tak sama
kau beraneka
dan aku hitam, biru, gelap
tapi sore itu semua senada
menjadi jingga

antara kau dan aku ada cinta
menyatu jiwa
menyatu kita



(23 April 1991)
-a very long conversation, #03


Friday, April 19, 1991

Sederhana Saja



maafkan;

jika permintaanku terlalu banyak
tapi yang kuinginkan darimu 
sederhana saja

hatimu... 


(19 April 1991)


Saturday, April 13, 1991

Kau, Aku... Kita (Yang Terserak Dari Masa Lalu)

kau, aku... kita
akhirnya memang ada 'kita'
kau, aku... kita
akhirnya merenda
dua hati, penuh rindu dan cinta

kau, aku... kita
kekuatan hati yang berbicara
selama apapun waktu terentang
cinta datang pada waktunya
pada akhirnya!




(13 April 1991)
-after the kiss...

Friday, April 12, 1991

Antara Kau dan Aku


antara kau dan aku
cuma terbatas oleh waktu
sepanjang jalan yang kita lalui

antara kemarin dan hari ini
hanya soal rasa yang tertumpah
untukmu, sosok yang kurindui

antara dulu dan kini
semua menyimpan kisah yang sama
tak ada yang berubah



(12 April 1991)

Separuh Usia Aku Mencintaimu




separuh usiaku telah kuhabiskan
melukiskan wajahmu dan menorehkan
kenangan yang tak sempat kita jalani bersama
sepanjang itu kau melekati

jika hari ini kau sentuh hatiku kembali
maka kan kubiarkan seluruh kenangan sirna
karena aku akan memulai hari-hari
dengan kau dalam pelukan
dan tak lagi menunggu dan menunggu

semua tak sia-sia!
karena hati kita kini satu
aku mencintaimu,
sepanjang paruh usia kulewati



(April 1991)

Tuesday, April 2, 1991

Dulu Pernah Kusampaikan Rindu


dulu pernah kusampaikan rindu
pada angin yang lewat bekukan malam
pada bintang-bintang di langit kelam
pada lengang yang rajai di jiwaku
yang bertahta di ketinggian sepi

tak peduli kau tak tahu
tak sedetikpun lari menjauhi bayang
meski kau aku terpisah waktu yang panjang
tanpa kepastian, tanpa pertemuan
cinta sesaatpun tak pernah mati

kini aku ingin menyampaikan padamu
sederhana saja, lewat bibir yang bicara
biarkan kurebahkan hati lelah ini
di anjangsana jiwamu yang kurindui
setelah penantian panjang dan bertubi

‘aku mencintaimu selama ini’



(April 1991)

Terbanglah

Terbanglah




Terbanglah...


bagaimana aku bisa lupa tentang kamu, jika setiap pagi kulalui dengan sayup-sayup deru mesin jet yang melintasi angkasa rumahku? setiap itu pula aku tengadah, dan berpikir kau di sana, mengangkasa, membawa rinduku yang sejak dulu tak pernah henti merekah, meski sempat terpatah-patah... dan kini menggumpal membuncah.

kau satu yang pernah memaksaku mengguratkan berlembar-lembar kerinduan yang tak terbalas... kau satu yang pernah membuatku berubah menjadi seseorang yg hilang akal, yang hanya mengerti kata malas... kau satu yang pernah mengilhamiku untuk membuat berbaris kata-kata tentang puja dan cinta, keinginan yang tak bertuan.

kau satu yang mengajariku untuk berteman dengan malam dan kesepian. dari waktu ke waktu. malam demi malam. bergelut sepi dan kegelapan. dan mimpi-mimpiku terangkum sebagai perjalanan panjang sebuah keinginan... aku ingin meleburkan hati yang dulu keras membeku dan membatu. setidaknya sekali saja, sebelum aku mati.

kini, usai sudah penantianku yang panjang dan sunyi. karena setiap saat deru itu menyapaku, aku tahu kau disana menatap ke arahku. membawa kisah kita yang baru. membawa rinduku yang kini kau pun tahu.

terbanglah kemanapun angin membawamu. karena di tengah hamparan putihnya awan gemawan di ketinggian tempatmu, kamu akan selalu ada dihatiku. Rindu telah kusematkan dalam kesadaranmu... kita akan selalu berjumpa lagi, suatu hari nanti.

'klik'



(2 April 1991)
-long distance call... jakarta - menado