Saturday, October 6, 1990

Pergilah!


kelam
hitam
membayang
lenyap
menguap
hilang
kuingin lupakan
seiring malam
pada rembulan yang muram
kubisikkan di sukmaku
yang padanya jiwaku
tak pernah henti merindu

"pergilah".


(6 Okt 1990)



> Compiled

Thursday, October 4, 1990

(Dan Aku Terjebak Dalam) Satu Lagi Kebohongan


kau aku, adakah kita lari
menerjang kemustahilan?

atau..

tengah mengoyak-koyak kehormatan?
merindumu seperti menjaring debu
dan menyapamu dengan cinta,
jadikan aku merasa hina.
aku bukan lagi manusia.
bukan lagi pencinta kebenaran,
melainkan mesin kebohongan dan dusta
membiarkan rasa tentangmu membuncah
aku seperti setan pencabik kesetiaan!

pergilah!!!

(dan semua serenta kuhapuskan
karena aku bukan manusia tak berperasaan
maka kubuatkan satu baris pesan, untukmu:
"aku tak bisa melupakanmu")

(dan aku terjebak dalam) satu lagi kebohongan.


4 Okt 1990



Friday, June 1, 1990

Aku Berjalan Mati

Aku Pun Berjalan Mati (1990)



aku diam;
terbelit asa dan kecewa
seluruh tubuh terbebat
kaki-kaki yang tertambat

aku terombang;
dialun keinginan
dihadang kemampuan
seluruh tubuh melemah
jemariku lelah

dan aku pun berjalan mati...
tanpa arah


(Juni 1990)



Wednesday, May 30, 1990

Lukisan Itu Tak Pernah Berubah


 






larut aku dalam mozaik kenangan tentangmu..
di tiap sudut yang kukenali tanpa jemu
pada wajah berambut merah
melekati dinding rinduku yang parah

terus aku tenggelam, nyelam meredam
bayangan kita duduk di jok becak memburam
yang berguncang-guncang mengejar waktu
lenganku kulitmu bersentuhan tak tentu
membias pias wajahku yang memucat

gambar demi gambar, berseliweran
rindu dan kenangan saling berkejaran
menapak duniamu dalam kedewasaan
kau dan aku, kita jelajahi khayalan

dan semuanya terhempas ke tempat yang sama:
di satu lukisan yg tak pernah berubah...

aku merinduimu!


(Ultimo May 1990)