Sayup,sejuta dengung bergaungSunyi,seonggok cinta serenta bernyanyiAku menepuk!sunyi...lagi!!tetap sunyi...Dan serona sadar njelmahibur aku dan cerita;tepukanku tak bermaknaYa, tepukankutepukan satu tanganku
(Cipete, Des 1988)
Sayup,sejuta dengung bergaungSunyi,seonggok cinta serenta bernyanyiAku menepuk!sunyi...lagi!!tetap sunyi...Dan serona sadar njelmahibur aku dan cerita;tepukanku tak bermaknaYa, tepukankutepukan satu tanganku
Mata itu,adalah riak telaga yang tenangpenuh sejuta pesonaMata itu,adalah kejora terang berpijar benderangberpendar kemilauMata itu,adalah untaian soneta pujanggabersyair berkataMata itu,adalah impianku yang berjutatentang cintaMata itu,menjeratku untuk jatuh cintapadanya...
Terbungkus malamDitingkah gemercik banyudisela angin berpeluk dauntersaput sinar sejuta kejoraselimut dingin menusuk telulangAku merasa tersesatdi antara berjuta simpangKesunyian ini mengigit jiwabuatku merasa asing cumabegitu asinghingga tak ada tegur sapaantara aku,dan jiwaku