Sunday, July 26, 1992

Maafkan Aku



maaf, jika kita teruskan..
sepertinya kita hanya akan terus saling melukai

aku masih memiliki rindu untukmu. 
ada. tak pernah hilang.

rindu sepertinya tak 'kan pernah cukup
buat kita memahami perasaan hati
dan luka yang tak bisa kita hindari
ketika kau aku saling diam membungkam
seakan kita tak pernah bertemu?

maaf, jika ini kita hentikan, 

aku 'kan melukaimu lebih dari diri sendiri
karena aku tak tahu masihkah rindu kau punya
ketika malam kudengungkan segudang tanya

dan aku terhempas dalam jurang tak berdasar
ketika kau tak lagi memperdulikan aku,
ketika aku kehilangan senyum dan tawa
ketika dadaku sesak kekurangan udara
ketika kebisuan menjadi bahasa kita

kau mengabaikan rindu dan rasa sesalku

maaf, aku tak tahu apa yang harus kulakukan
merindumu dalam erangan kesakitan
membencimu dengan luka yang merebak
atau melupakanmu dan mati terserak

maafkan...

 

(Juli 1992)

Tentang Kita Yang Hanya Tinggal Kenangan



yang paling kunikmati dari kenangan tentangmu
adalah ketika kita duduk bersama
kau redakan kerinduan yang gegap gempita
dan aku menggenggam hatimu penuh cinta

kita bicara seadanya tentang esok
dan telusuri kenangan bertahun lalu

jalan telah kita lewati panjang berliku
dan kita jatuh tenggelam dan terpesosok

sejatinya, kini kusadari ketika kau tak ada
ketika sudut itu tinggal bangku tak bermakna

bahwa diantara masa lalu dan nanti 
tak akan pernah ada kisah kita terpatri



(1992)
Just passing by Bendi Raya

Saturday, July 18, 1992

Berpisah, Yang Terbaik Untuk Kita




selalu ada sesuatu yang indah dari perpisahanmeski melahirkan sakit tak tertahankan
betapa hati merepih dirundung pedih
rindu yang menyiksa jiwa menggelepar
namun keikhlasan menjadikan kita tegar

yang tertinggal hanya cinta dan kenangan
tak terlupakan. terpatri sepanjang perjalanan
kenangan yang menghangatkan setiap kali kuingat

rindu yang tak hendak berhenti mencintaimu

sejatinya, tak perlu kumemaksa memilikimu
karena kau tak pernah dipelukku, sejak dulu
tapi cinta tak pernah meninggalkan ruang hati
aman terpendam, terperam, tersimpan, abadi

kau selalu dalam keindahanmu, 

lestari di mimpiku.



(18 Juli 1992)
-terbaik buat kita-

Monday, July 13, 1992

Rindu Selalu Saja Menggayuti


pagi;
ketika wajah terjilat mentari
hangat yang memudarkan mimpi
sedang aku masih ingin tenggelam

kau datang lagi, menyapa semalam
dan meninggalkan goresan luka

kulekat wajahmu dalam diam
lalu bisu bawa kau menghilang
tinggali aku di keheningan

pagi;
sesaat lagu menjadi sunyi
menyisakan ruang kesenyapan
tak berdinding
menyekap, mencekik
sukmaku yang kian buta

pagi;
kuresap mimpi yang hilang
sisa kepedihan bersemayam
aku masih tak mengerti,

mengapa rindu
selalu saja lekat menggayuti


(13 Juli 1992)
-dream about you-

Sunday, July 12, 1992

Hendak Kemanakah Kita?


terpuruk aku, ketika kau tinggalkan
musim demi musim berjalan
lembar demi lembar cinta kutuliskan
terjerembab, aku merinduimu
waktu demi waktu

kekosongan berkata, kau tak pernah ada
beberapa musim tak ada beda
dan hati mulai bertanya ketika dia datang
aku mencintainya, dan ia mengisiku
lalu janji sakral kemudian mengikatku

lunglai aku, ketika kau datang kembali
dan hati kita sama-sama bernyanyi
tentang rindu kita yang terpanggang waktu

jadi, jika biduk kita telah sama berisi
kemana perjalanan kita berikutnya?

hendak kemanakah, kita?



(12 Mei 1992)
-after the talk