Thursday, December 1, 1988

Pernah Kucoba (Dan Aku Tetap Mencintai Dia)



pernah kucoba
tuk mematikan rasa terhadapmu
agar ku tak lagi terhimpit rindu
yang datang mencekik jiwaku tiasa

aku gagal, terlalu lemah jariku mengepal
tuk meninju kubah impianku
yang menyerpih rona-rona asmara
yang kubangun begitu lama

dan kini jiwa lagi terjaga
dapati engkau sekulum senyum
dengan swara melangit merdu
bikinku terlupa
bikinku lena

(dan aku tetap mencinta dia)


(Des 1988)



Ada lagi Rindu



Kau,
dalam ini tiba-tiba
ada lagi rindu mengalir
dalam malam dan angin semilir

Kau,
dalam ini kuharap tiba
pagi cepat mendatang
tuk mengikis habis
rindu yang luka teriris

Kau,
dalam ini pagi
membias bilur-bilur sinar surya
menerobos dari balik mega
membakar kekosongan hati

Kau,
dalam ini sehabis malam
ternyata rindu tak lenyap
seperti embun yang menguap

aku masih merindu kau
ternyata,


 (Des 1988)


* Compiled

Hhhh (Jarak Itu Semakin Jauh)


Hhh...
jarak itu semakin jauh
dan lelah kaki melepuh
semakin perlambat langkah

Hhh...
rindu ini makin membebat
menekan dada berat
menambah nafas pepat

Hhh...
sedang kau semakin cantik
buatku terjaga mataku
melukismu dimalam-malam bisu

Hhh...
sejuta wajahmu, sejuta dimana
matamu menatap berkilau
legam semburat tajam memukau

Hhh...
Tertipu aku akan mataku
segala dimana wajahmu ada
getar pun terus njelma,
mengusik sukma

Hhh...


(1988)

Hhhh (Jarak Itu Semakin Jauh)


Hhh...
jarak itu semakin jauh
dan lelah kaki melepuh
semakin perlambat langkah

Hhh...
rindu ini makin membebat
menekan dada berat
menambah nafas pepat

Hhh...
sedang kau semakin cantik
buatku terjaga mataku
melukismu dimalam-malam bisu

Hhh...
sejuta wajahmu, sejuta dimana
matamu menatap berkilau
legam semburat tajam memukau

Hhh...
Tertipu aku akan mataku
segala dimana wajahmu ada
getar pun terus njelma,
mengusik sukma

Hhh...


(1988)

Hasrat (Tatapmu, Tatapku)

(Episode Mimpi)



Tatapmu, tatapku
dalam pandang kita menyatu
semerta alunan lagu berdendang
ditengah ladang swara manusia

Debarku menghentak sendat-sendat
dalam bahagia, tak peduli semua
menatapmu datang segara nikmat

O, rimba sejuta pesona
aku ingin berlena-lena
menyibak, nyeruak ilalang bahagia
nikmati semua
hingga tinggal sepenggal usia


(Siram 47. 1988)