Sunday, November 1, 1987

Sampailah aku di batas kesadaran


sampailah aku di batas kesadaran
saat kekanakan pergi dewasa belum lagi
aku terpaku tatapi sekeliling masih sepi
memagut duniaku yang begitu asing
aku menoleh mencari-cari
sepasak tonggak tuk menuntun tatih-tatih
sukmaku sarat bianglala sunyi

o, disana terbentang harap memanggilku
dia yang janjikan sejuta cinta
aku tegar dalam lembut buainya
langkahku ringan, segenap derap menghilang
seakan jejak diredam alam
aku ingin meraup mata bola itu

o, sepasang mata bola
kerdipmu adalah pesona
lembut memanggilku sirna
tak lagi bimbang mengapit
tak lagi sepi memagut
tak lagi bianglala menggayut

sepasang mata bola
pendarkan kerlip kerlingmu
dengan lembut dengan kemayu
agar dapat kupetik selaksa pesona


 (November 1987)


No comments:

Post a Comment