kau aku, adakah kita lari
menerjang kemustahilan?
atau..
atau..
tengah mengoyak-koyak kehormatan?
merindumu seperti menjaring debu
dan menyapamu dengan cinta,
jadikan aku merasa hina.
aku bukan lagi manusia.
bukan lagi pencinta kebenaran,
melainkan mesin kebohongan dan dusta
membiarkan rasa tentangmu membuncah
aku seperti setan pencabik kesetiaan!
pergilah!!!
(dan semua serenta kuhapuskan
karena aku bukan manusia tak berperasaan
maka kubuatkan satu baris pesan, untukmu:
"aku tak bisa melupakanmu")
(dan aku terjebak dalam) satu lagi kebohongan.
No comments:
Post a Comment