Rindu Tak Pernah Mati
Aku;
terperangkap pusaran kenangan,
membawaku ke lembar waktu yang lampau.
tenggelam.
di endapan terdalam alam pikiran dimana kau;
wajah, tawa dan namamu
mengisi tiap lembaran yang tak usang
Kau;
penuh keangkuhan dan kecantikan, menjeratku.
ke dalam penantian yang tak pernah jemu
jejakkan tapak kaki tanpa lelah memburu
diam dan menanti, merindui
Lalu kau;
kekinianmu dewasamu
semerta hadir di hadapanku!
dan menyapa..
mengabarkan kisah-kisah;
yang tak sempat kita lakoni
meski sebenarnya kita ingini.
Lalu aku;
terhenyak sadari tanpa ragu
Rindu agaknya tak pernah mati!
(18 Mei 1993)
No comments:
Post a Comment