Thursday, November 30, 1989

Menjelang Desember


(Episode: Selamat Jalan)


langit sore menjelang desember adalah duka
mentari yang merah jadikan awan hujan tercacah
biaskan bilur pedang cahaya merekah
menikam mengoyak jadikan luka

kemewahannya mengingatkanku tentangmu
begitu dekat terlihat, namun tinggi tak tergapai
kau, selalu serupa titik noktah di angkasa biru
terbang bertahun-tahun membawaku rindu

adakah kita bisa saling dekap erat?
melihat tatapmu dimataku lekat?
menikmati senyum di bibirmu
yang merah menggodaku bergincu

karena malam demi malam
kini bertabur mimpi
tentangmu..
tentangmu..
dan tentangmu lagi
meninggaliku terjaga di fajar yang muram
ketika mentari di hatiku yang kian padam

agaknya perpisahan tak terelakan lagi
seperti hujan yang turun hampir tiap hari


(November 1989)

No comments:

Post a Comment