Puisi Yang Terpendam dan Terperam
Monday, March 19, 1990
Elegi Pagi (2)
hujan pagi…
kusapa engkau
lewat lelehan tetes air di kaca
bening dan dingin
hujan pagi…
panjang dan lama mendera
kucari bayangmu
di bias kacamataku
sia-sia…
sepi memelukku
(19 Maret 1990)
No comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment