Friday, February 21, 1992

Berapa Malam

berapa malam kau meratapi kegelapan

yang menyinggahi jiwa-jiwa yang beku
setelah perpisahan itu
sepertinya tak ada lagi perbedaan
siang tak ubahnya malam
tanpa suara hening nada

*selain rindu yang bertalu tanpa irama

sejak saat kehilangan itu,
hingga pagi tadi dan malam ini
entah esok pagi jika masih ada matahari
berapa malam lagi menghitung waktu,
wahai perempuan dalam mimpiku..

*mungkin selamanya hingga nanti..


(21 Feb 1992)



No comments:

Post a Comment