Puisi Yang Terpendam dan Terperam
Saturday, February 1, 1992
Ketika Rindu Bertumpuk
Ketika rindu bertumpuk
menggantung dan bergelayut
Bantal tetirahku kutepuk
Dan sebaris doa kubisikan lembut
Kuharap di mimpiku kau merasuk
Kita saling cumbu dan bergelut
(Feb, 1992)
No comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment