rinduku yang penuh melimpah ruah
lewat kata-kata tercurah
tertuang di lembar-lembar kesunyian
rapi tersimpan di sudut keraguan
diam ditelan keheningan
gerangan di sudut mana
harus kusimpan wajahmu?
tak pernah bisa terlupakan
tak pernah bisa terhapuskan
(24 Des 1992)
No comments:
Post a Comment