Wednesday, November 30, 1988

Sepinya, Sepi!

(Episode malam ditengah hujan)


Hujan malam, dingin mengigit, lembab
meremang, aku meradang
gemeletuk gigi beradu, menyatu.
dalam kecercik air pecah di genting
mengambang suara di telinga

hhh...
ngilu
kuyu
basah
resah
nggigil
geletar
gemeretak
gemerinting

nuansa malam senyaplah kini, kusendiri
mencengkeram kelam, mata kupejam
dengan sekubangan rindu yang tak kumengerti
pada siapa?

sedang tanganku tak lagi mengejang beku
kukepal,
kuhentak,
kutinju!
semuanya yang tak kumahu...

seribu selaksa hasrat, melayang melenggang
menguap ngelayap ke rona pekat alam yang pucat
kutak bisa kejar dan pasrah 'lah
semua bayang menghilang
aku mati, walau masih tertawa
aku senyum tulus, dengan hati mendengus
aku beku
nadiku henti meninju

hhh...
sepi
mati
berserak
tak keurus
ngacak
rusak

BRAK!! GROMBYANG!!
Itu kumahu, hidup semarak
penuh lagu berdendang
bukannya lagu mati melata
jadikan jiwa longo terlena

uh!
ah!
kumuh, aku 'lah kumuh
parah, aku 'lah parah

tik... tik... tik... tik...
titik demi titik, hujan jatuh gemeritik
terus gemericik

(hari 'lah dini sudah...)


Si Ram (1988)

No comments:

Post a Comment