(Episode malam ditengah hujan)
Hujan malam, dingin mengigit, lembab
meremang, aku meradang
gemeletuk gigi beradu, menyatu.
dalam kecercik air pecah di genting
mengambang suara di telinga
hhh...
ngilu
kuyu
basah
resah
nggigil
geletar
gemeretak
gemerinting
nuansa malam senyaplah kini, kusendiri
mencengkeram kelam, mata kupejam
dengan sekubangan rindu yang tak kumengerti
pada siapa?
sedang tanganku tak lagi mengejang beku
kukepal,
kuhentak,
kutinju!
semuanya yang tak kumahu...
seribu selaksa hasrat, melayang melenggang
menguap ngelayap ke rona pekat alam yang pucat
kutak bisa kejar dan pasrah 'lah
semua bayang menghilang
aku mati, walau masih tertawa
aku senyum tulus, dengan hati mendengus
aku beku
nadiku henti meninju
hhh...
sepi
mati
berserak
tak keurus
ngacak
rusak
BRAK!! GROMBYANG!!
Itu kumahu, hidup semarak
penuh lagu berdendang
bukannya lagu mati melata
jadikan jiwa longo terlena
uh!
ah!
kumuh, aku 'lah kumuh
parah, aku 'lah parah
tik... tik... tik... tik...
titik demi titik, hujan jatuh gemeritik
terus gemericik
(hari 'lah dini sudah...)
Si Ram (1988)
No comments:
Post a Comment