Kerlipmu, kerlip matamu
detakku, detak jantungku
Bias sebentuk senyum
semilir irama, desah resah
sekuntum bibir, memerah basah
sensual memikat terkulum
Aku tengadah,
O, ternyata kau adanya
wangimu semburat pesona
lembut mengikat sukma
O, dara belahan Dewi Sumbadra,
bunda kecantikan segara maya
kutempatkan kau penuh kemayu
paling dalam di relung hatiku
(November 1988)
Siang disebuah halte
No comments:
Post a Comment