Sunday, July 26, 1992

Maafkan Aku



maaf, jika kita teruskan..
sepertinya kita hanya akan terus saling melukai

aku masih memiliki rindu untukmu. 
ada. tak pernah hilang.

rindu sepertinya tak 'kan pernah cukup
buat kita memahami perasaan hati
dan luka yang tak bisa kita hindari
ketika kau aku saling diam membungkam
seakan kita tak pernah bertemu?

maaf, jika ini kita hentikan, 

aku 'kan melukaimu lebih dari diri sendiri
karena aku tak tahu masihkah rindu kau punya
ketika malam kudengungkan segudang tanya

dan aku terhempas dalam jurang tak berdasar
ketika kau tak lagi memperdulikan aku,
ketika aku kehilangan senyum dan tawa
ketika dadaku sesak kekurangan udara
ketika kebisuan menjadi bahasa kita

kau mengabaikan rindu dan rasa sesalku

maaf, aku tak tahu apa yang harus kulakukan
merindumu dalam erangan kesakitan
membencimu dengan luka yang merebak
atau melupakanmu dan mati terserak

maafkan...

 

(Juli 1992)

No comments:

Post a Comment