Sunday, July 12, 1992

Hendak Kemanakah Kita?


terpuruk aku, ketika kau tinggalkan
musim demi musim berjalan
lembar demi lembar cinta kutuliskan
terjerembab, aku merinduimu
waktu demi waktu

kekosongan berkata, kau tak pernah ada
beberapa musim tak ada beda
dan hati mulai bertanya ketika dia datang
aku mencintainya, dan ia mengisiku
lalu janji sakral kemudian mengikatku

lunglai aku, ketika kau datang kembali
dan hati kita sama-sama bernyanyi
tentang rindu kita yang terpanggang waktu

jadi, jika biduk kita telah sama berisi
kemana perjalanan kita berikutnya?

hendak kemanakah, kita?



(12 Mei 1992)
-after the talk

No comments:

Post a Comment