Hujan!
kau bawa aku dalam genangan sepi
terbawa arus kekosongan; serabutan!
menjelajahi tiap byte memori di kepala
khayal menjadi pusaran waktu yang menjebak
menyeret ke dimensi yang pernah kutinggal
menggali rindu yang menyeruak
dari lumpur yang telah mengerak
dan sepi menggenang semakin tinggi
kuterabas hujan dengan sadar mengkerut
dingin menyekap syaraf-syaraf benakku.
berdenyut.
lemah mengurai tanya
mengapa selalu saja ada?
dan mataku semakin perih
menyingkap tirai air
yang tak henti mengalir
(Juni 1993)
No comments:
Post a Comment